Kesederhanaan Suku Sasak, Desa Sade NTB

Suku Sasak adalah salah satu suku yang mendiami satu wilayah di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Suku ini merupakan salah satu kampung adat paling tua yang ada di Pulau Lombok yang di huni sekitar 700 penduduk yang masih hidup dengan cara yang konvensional.

Perkampungan Desa Sade Suku Sasak telah menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan di Pulau Lombok sejak lama,  untuk menemukan perkampungan adat ini tidaklah sulit, karena Kampung adat ini berada di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan kota Mataram dengan wilayah selatan pulau Lombok.  Dalam perjalanan menuju kawasan wisata Pantai Kute  dan Pantai Tanjung Aan kita pasti akan melalui jalan yang berhadapan langsung dengan perkampungan adat ini. Memasuki lingkungan perkampungan adat ini kita akan dibawa ke suasana  desa tradisional dengan bangunan rumah yang sangat sederhana beratapkan Rumbia atau dahan pohon sagu yang menjadi khas suku sasak. Rumah adat yang ada di sini memiliki ukuran yang berbeda-beda, umumnya terdiri dari 2 ruangan dimana ruang utama berada di dalam dan ruang yang satunya berada di luar.

 

 

Dalam kehidupan adatnya, hubungan persaudaraan antar penduduk Desa Sade sangatlah erat, Silsilah keturunan yang terbentuk salah satunya adalah perkawinan antar saudara sepupu yang sudah di lakukan turun-temurun, sehingga membentuk ikatan kekeluargaan antara keluarga satu dengan lainya.

 

 

Penduduk Desa Sade sendiri mayoritas memeluk agama Islam, yang dalam segala kesederhanaan di lingkunganya terdapat pula satu tempat ibadah ( Masjid ) yang terbilang besar dan bersih bahkan terlihat lebih modern. Penduduknya banyak yang berprofesi sebagai pengrajin kain tenun dan berbagai cindera mata khas lombok, di mana hasil karya mereka langsung dijajakan di depan rumah yang langsung dapat dilihat oleh para wisatawan yang bertandang ke Desa mereka.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *